Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaBERITA DUNIASentimen Positif Selimuti Asia, Dolar AS Babak Belur

Sentimen Positif Selimuti Asia, Dolar AS Babak Belur

Dolar AS Babak Belur, Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (4/1/2023).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah saat itutup menguat 18,5 poin atau 0,12 persen ke Rp15.582,5 per dolar AS sore ini. Nilai tukar rupiah berhasil membalikkan posisi setelah melemah 12 poin ke Rp15.613 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi tadi.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Dolar AS Babak Belur

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp15.615 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi jika kita bandingkan kurs rupiah kemarin, Selasa (3/1/2023) yang ada di level RpRp15.590 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami pelemahan sore ini kalau kita bandingkan dengan sehari sebelumnya.

2. Sentimen positif selimuti mata uang Asia

Dolar AS Babak Belur

Senior Analis DCFX, Lukman Leong mengatakan sentimen positif tengah menyelimuti mata uang negara-negara di Asia. Sebab, China yang baru saja merilis data terbaru penyebaran pandemik COVID-19 membuktikan penyebaran virus di negara tersebut makin menurun. Meski telah melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat, angka kematian akibat COVID-19 di China tetap kecil.

“Rupiah dan mata uang tetangga seperti SGD, PHP, MYR dan THB juga menguat. Sentimen risk on juga tercermin di pasar modal,” ujar Lukman kepada IDN Times.

Ungkap RTI, Dolar AS Babak Belur juga melemah terhadap yuan China, yakni 0,27 persen ke 6,88 yuan China. Lalu, dolar AS juga melemah 0,66 persen terhadap yen Jepang, ke level 130 yen. Mata uang greenback itu juga melemah 0,51 persen terhadap dolar Singapura, menjadi 1,33 dolar Singapura.

3. Rupiah mendapatkan prediksi akan melemah besok jika The Fed tetap naikkan suku bunga acuan

Dolar AS Babak Belur

Meski begitu, Lukman memprediksi rupiah melemah terhadap dolar AS besok. Sebab, Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan tetap menaikkan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR) malam ini, demi menahan lonjakan inflasi. Kebijakan itu bisa kembali memperkuat dolar AS.

“Rupiah berpotensi berbalik tertekan oleh risalah pertemuan FOMC malam ini dimana The Fed diperkirakan akan mempertahankan sikap hawkish mereka,” tutur Lukman.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments