Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaBERITA DUNIAFakta menarik Yusra Mardini Atlet Suriah!

Fakta menarik Yusra Mardini Atlet Suriah!

Sosok Yusra Mardini mencuri perhatian dunia kala ia bertanding di Olimpiade Rio 2016. Berlaga di cabang olahraga renang, wanita 23 tahun ini tergabung dalam bendera IOC Refugee Olympic Team sebagai atlet pengungsi asal Suriah.

Lima tahun berselang, Yusra Mardini kembali berkompetisi, kali ini di Olimpiade Tokyo 2020. Wanita yang kini menetap di Jerman ini bertanding di nomor 300 meter gaya kupu-kupu.

BACA JUGA : Converse Perkenalkan Komunitas AllStar 2023

Butuh perjuangan besar dengan pertaruhan nyawa bagi Yusra untuk sampai pada titik ini. Ia melewati masa remaja dalam kondisi mencekam karena konflik Suriah yang terjadi di 2011. Saat itu usianya masih 13 tahun.

Kisahnya Menginspirasi dan Jadi Sorotan Publik

Kisahnya Menginspirasi dan Jadi Sorotan Publik

Pada Agustus 2015, Yusra dan kakak perempuannya, Sarah meninggalkan Suriah dan terbang dari Damaskus menuju Beirut dan Istanbul. Di mana mereka bergabung dengan grup pengungsi lainnya yang berisikan 30 orang. Perjalanan pun berlanjut menuju Izmir, Turki, melewati hutan menuju wilayah di pinggir pantai untuk naik kapal yang akan membawa mereka ke Pulau Lesbos, Yunani.

Bersama 18 pengungsi lainnya, Yusra dan Sarah menumpang kapal setelah berjalan selama empat hari di hutan. Kapal yang membawa mereka seharusnya hanya berkapasitas 6 orang namun dipaksakan untuk 20 penumpang.

Dalam perjalanan mesin kapal tiba-tiba mati. Dari 20 orang di kapal hanya Mardini, Sarah, dan dua pria yang bisa berenang. Mereka pun berkorban terjun ke dalam laut dan berenang di tengah kerasnya arus balik sebagai usaha untuk menolong agar kapal tak tenggelam di lautan Mediterania.

Setelah 3,5 jam berenang berjibaku dengan lautan yang terasa kejam dan tak bersahabat, Yusra dan Sarah akhirnya sampai ke daratan. Saat itu kondisi keduanya sudah teramat lelah dan hampir pingsan.

BACA JUGA : Tips Belajar Bahasa Inggris Menyenangkan dan Efektif

Perjuangan Yusra tak berhenti sampai di situ. Setibanya di Lesbos, dia masih harus berjalan selama empat hari dan tidur di taman atau gereja. Dua kakak-beradik ini pun menempuh perjalanan dari Yunani menuju Macedonia, Serbia hingga Hungaria dengan jalan kaki, menumpang bus bahkan berlari.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments