Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaBERITA DUNIAAlasan ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Vladimir Putin

Alasan ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Vladimir Putin

ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Vladimir Putin Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Jumat, 17 Maret 2023, dengan tuduhan bertanggung jawab atas kejahatan perang yang dilakukan di Ukraina.

Kronologi Terbitnya Surat Perintah Penangkapan Putin

Pemberitahuan mengejutkan ICC tersebut datang beberapa jam setelah berita lain yang berpotensi berdampak signifikan terhadap perang Rusia di Ukraina. Termasuk kunjungan dari pemimpin China Xi Jinping ke Moskow dan lebih banyak jet tempur untuk Ukraina.

Sebelumnya, Beijing dan Moskow mengumumkan bahwa Presiden China sekaligus sekutu strategis Rusia, Xi Jinping, akan berada di Rusia minggu depan untuk menandatangani perjanjian yang mengantarkan era baru hubungan.
Adapun, Amerika Serikat menuduh China berfikir kembali tentang membantu senjata untuk mendukung kampanye Rusia, klaim yang dapat klarifikasi keras oleh Beijing.

Rusia sendiri menandatangani Statuta Roma, yang mengatur ICC, pada 2000, tetapi tidak pernah meratifikasi perjanjian untuk menjadi anggota. Rusia secara resmi menahan ratifikasi dari undang-undang pendirian ICC pada 2016, sehari setelah pengadilan menerbitkan laporan yang mengklasifikasikan aneksasi Krimea oleh Rusia sebagai pendudukan.

Dalam surat perintah pertamanya untuk Ukraina, ICC menyerukan penangkapan Putin atas dugaan deportasi anak-anak secara tidak sah dan pemindahan orang secara tidak sah dari wilayah Ukraina ke Federasi Rusia.

Kremlin tidak segera menanggapi permintaan komentar perihal surat perintah penangkapan Putin tersebut. Secara terpisah, pengadilan mengeluarkan surat perintah untuk Maria Alekseyevna Lvova-Belova, Komisaris Rusia untuk Hak Anak, atas tuduhan yang sama.

Surat Perintah

Alasan ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Vladimir Putin

Surat perintah penangkapan datang sehari setelah penyelidik PBB mengatakan pemindahan paksa dan deportasi anak-anak Ukraina ke daerah-daerah di bawah kendali Rusia merupakan kejahatan perang.

Para penyelidik berbicara tentang anak-anak yang dapat intruksi dari dinas sosial Rusia bahwa mereka akan mendapat keluarga asuh.

Ukraina Sebut ada Ribuan Anak yang Menjadi Korban
Dalam video pada Jumat malam, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan, keputusan itu bersejarah dan “akan mengarah pada pertanggungjawaban bersejarah”.

Jumlah sebenarnya anak-anak yang dideportasi bisa lebih dari 16.000 anak, katanya, dan deportasi mereka merupakan kebijakan “kejahatan negara yang dimulai dari pejabat tinggi negara itu”, katanya. “Tidak mungkin melakukan operasi kriminal semacam itu tanpa persetujuan orang yang memimpin negara.”

Menurut Andriy Yermak, kepala staf kepresidenan, Ukraina telah bekerja sama dengan ICC dan sedang menyelidiki lebih dari 16.000 kasus deportasi paksa anak-anak ke Rusia. Ukraina telah berhasil mengamankan kembalinya 308 anak sejauh ini.

Sebuah laporan yang didukung AS oleh para peneliti Universitas Yale bulan lalu juga mengatakan Rusia telah menahan setidaknya 6.000 anak Ukraina pada 43 kamp dan fasilitas lainnya sebagai bagian dari ‘jaringan sistematis skala besar.

Dugaan Kejahatan Perang hingga Genosida oleh Rusia
Selain soal dugaan deportasi anak-anak dari Ukraina ke Rusia, Jaksa ICC Karim Khan juga membuka penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida di Ukraina setahun yang lalu. Dia menyoroti selama empat perjalanan ke Ukraina bahwa dia melihat dugaan kejahatan terhadap anak-anak dan penargetan infrastruktur sipil.

Rusia Bantah Lakukan Kekejaman di Ukraina

Alasan ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Vladimir Putin

Sebelumnya, Moskow telah berulang kali membantah tuduhan bahwa pasukannya telah melakukan kekejaman selama satu tahun invasi Rusia ke tetangganya. Rusia membantah tuduhan kejahatan perang oleh pasukannya. Para ahli juga mengatakan kecil kemungkinannya akan menyerahkan tersangka.

Namun, hakim ICC berkata ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Putin memikul tanggung jawab pidana individu atas prilakunya. Presiden AS, Joe Biden juga menegaskan bahwa Putin jelas-jelas telah melakukan kejahatan perang. Ia mengatakan ICC memiliki poin yang kuat dalam meluncurkan kasus ke Rusia.

“Saya pikir itu benar. Tetapi pertanyaannya, itu juga tak dapat pengakuan secara internasional oleh kami. Tetapi saya pikir ICC sudah membuat poin yang sangat kuat.

Pengadilan itu mengungkapkan ada dasar yang jelas untuk percaya bahwa Putin memiliki tanggung jawab pidana individu atas dugaan kejahatan, karena telah melakukannya secara langsung bersama orang lain.

Selain itu juga untuk kegagalannya melakukan kontrol dengan baik atas bawahan sipil dan militer yang melakukan tindakan tersebut.

ICC mewajibkan 123 negara anggota pengadilan untuk menangkap Putin dan memindahkannya untuk diadili, jika dia menginjakkan kaki dalam wilayah mereka.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments