Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaBERITA DUNIAPolling: Luhut Sebut OTT KPK Bikin Negara Jadi Jelek, Setuju?

Polling: Luhut Sebut OTT KPK Bikin Negara Jadi Jelek, Setuju?

Luhut Binsar Pandjaitan menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang KPK lakukan membuat jelek citra negara. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu pun meminta KPK tak melulu mengandalkan OTT dalam pemberantasan korupsi.

“Kita enggak usah bicara tinggi-tinggilah kita, Luhut Sebut OTT KPK itu kan ndak bagus sebenarnya, buat negeri ini jelek banget,” kata Luhut dalam paparannya di acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Luhut Sebut OTT KPK

Pernyataan Luhut itu pun menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pengajar Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari.
“Sejak kapan pula yang OTT itu bisa menjelekkan nama bangsa, yang menjelekkan nama bangsa, ya, koruptor yang dalam OTT itu,” kata Feri.
Lantas, apakah kamu setuju dengan Luhut Sebut OTT KPK itu bikin jelek citra negara? Berikan jawabanmu dalam polling kumparan di bawah. Bagikan juga pendapatmu dalam kolom komentar.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sambutan dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024 pada Selasa (20/12).

Turut hadir dalam acara tersebut yakni pimpinan KPK Firli Bahuri dkk dan kementerian/lembaga terkait.

Dalam sambutannya, Luhut menjelaskan pentingnya keberadaan e-katalog untuk meminimalisasi adanya penyalahgunaan dalam urusan pengadaan.

Ia menargetkan nantinya akan ada 2,3 juta item yang dapat didaftarkan ke dalam e-katalog tersebut. Jika berhasil, kondisi itu bahkan Luhut yakin dapat berdampak pada tumbuhnya lapangan kerja.

“Jadi 2,3 juta item tahun ini kita targetkan Rp 400 triliun harus masuk dalam e-katalog itu ternyata masuk hampir Rp 600-900 triliun ya yang masuk dia e-katalog yang orang belanja di e-katalog komitmen? dan itu yang buatan dalam negeri itu sudah hampir dekat Rp 400 triliun,” kata Luhut.

“Itu menjadi buat dalam negeri Rp 400 triliun itu 2 juta lapangan kerja dan itu akan berdampak pada 1,7% pertumbuhan ekonomi on top, pertumbuhan ekonomi yang Bappenas buat lalu Kementerian Keuangan,” jelas dia.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments