21 April 2020 | Dilihat: 74 Kali
Puan Ajak Parlemen di Dunia Gotong Royong Lawan Covid-19
noeh21

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR) RI Puan Maharani mengatakan, coronavirus disease 2019 (Covid-19) bukan tanggung jawab satu dua negara saja, melainkan persoalan yang harus diselesaikan bersama-sama.

“Hari ini lebih dari 200 negara sedang berjuang melawan pandemi Covid-19. Semua negara menghadapi situasi sulit baik dari sisi keselamatan, kesehatan manusia, perekonomian, sosial, dan juga kesejahteraan masyarakat,” kata Puan, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu, Puan mengajak parlemen-parlemen dunia bergotong royong melawan Covid-19.

“Mari bertukar informasi, data, pengalaman, dan praktik untuk menghadirkan solusi nyata dalam menyelamatkan rakyat dunia dari virus corona,” kata Puan.

Hal tersebut dikatakan Puan, dalam pidato pembukaan diskusi panel virtual (BKSAP Webinar) bertajuk Internasional Cooperation To Defeat Covid-19, yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Selasa (21/4/2020).

Diskusi tersebut diisi Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon, Perwakilan WHO Indonesia Navaratnasamy Paranietharan, Juru Bicara Parlemen Malaysia Dato' Muhamad Rashid Hasnon, dan Ketua Komite Luar Negeri Majelis Nasional Vietnam Nguyen Van Giau.

Dimoderatori Wakil Ketua BKSAP DPR RI Charles Honoris, diskusi diikuti seluruh parlemen dunia anggota Komite Kerja Sama Antar-Parlemen.

Pada diskusi tersebut, Komite Khusus Coronavirus Majelis Nasional Korea Selatan, Kim Jin Pyo, menjelaskan langkah-langkah penanganan virus corona di Korea Selatan.

Kemudian, Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Alphyanto Ruddyard dan Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB Untuk Asia Pasifik (UN ESCAP), Armida Alisjahbana, juga menyampaikan beberapa pesan kepada peserta diskusi.

Puan berharap, diskusi tersebut menjadi salah satu akselerator gotong royong dunia.

“Dunia memang sedang menjalani physical distancing. Tapi jangan sampai terjadi nations distancing. Justru saat ini dunia membutuhkan nations uniting untuk melawan musuh bersama,” kata Puan. [kmps]