Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaBERITA DUNIASejarah Dan Cerita Menarik Yakuza Organisasi Kriminal Jepang

Sejarah Dan Cerita Menarik Yakuza Organisasi Kriminal Jepang

Yakuza Organisasi Kriminal Di Jepang serta di tempat lain, sebutan yakuza bisa digunakan buat merujuk pada gangster ataupun penjahat orang dan kelompok terorganisir serta kejahatan terorganisir di Jepang pada biasanya.

Yakuza ikut serta dalam pemerasan, penyelundupan, pelacuran, perdagangan narkoba, perjudian, lintah darat, serta mengatur banyak restoran, bar, industri truk, agen pencari bakat, armada taksi, pabrik, serta bisnis yang lain.

Lalu apa itu sesungguhnya yakuza? Ikuti terus uraiannya.

BACA JUGA : Mendengarkan Isi Hati Cristiano Ronaldo Saat Wawancara

Apa itu Yakuza?

Banyak orang yang tertarik dengan budaya serta tradisi kelompok ini, yang sama menariknya dengan kelompok mafia Sisilia.

Di Jepang, Yakuza Organisasi Kriminal ini mempunyai pengaruh luar biasa pada bermacam aspek warga Jepang dan mempunyai wewenang luas serta dapat pengaruhi seluruh suatu dari berolahraga sampai bisnis.

Tiap anggota mempunyai bermacam tugas cocok dengan hirarkinya.

Tidak semacam gangster, yakuza pula lumayan terbuka tentang apa yang mereka jalani.

Banyak kantor ataupun unit bisnis yakuza terbuka buat universal, lengkap dengan simbol- simbol kelompok beserta pakaiannya.

Cocok dengan namanya selaku“ kelompok kekerasan,” banyak aktivitas yakuza mengaitkan kekerasan.

Semacam mafia di segala dunia, kelompok ini ikut serta dalam pemerasan, skema proteksi, dan pemakaian kekerasan buat menggapai tujuan mereka.

Tradisi di yakuza bertabiat kaku serta hirarkis, sama semacam budaya Jepang pada biasanya.

Hirarki yakuza amat apik serta tiap anggota menguasai letaknya tiap- tiap dan gimana wajib berperilaku kala berhubungan dengan anggota lain.

Yakuza mempunyai bermacam upacara serta ritual buat mengikat serta menyatukan sesama anggota kelompok.

Salah satu karakteristik khas yakuza merupakan tato populer yang diucap irezumi. Desain irezumi mengambil tema seni Jepang klasik sekalian bermacam simbol organisasi.

Selaku contoh, banyak tato segala badan yakuza yang terbuat dengan bambu tradisional ataupun jarum baja, alih- alih perlengkapan tato modern.

Karakteristik lain dari budaya yakuza merupakan tradisi yubitsume ataupun memotong sendi jari kelingking.

Yubitsume dicoba selaku permintaan maaf kala seseorang anggota yakuza menentang ataupun tidak mengasyikkan bosnya.

Pihak yang bersalah memotong bagian atas jari kelingking kirinya serta menyerahkannya kepada bos.

Kerutinan ini berasal dari era Tokugawa. Hilangnya sendi jari membuat cengkeraman pedang jadi lebih lemah, sampai secara teoritis buatnya lebih tergantung pada anggota kelompok yang lain buat proteksi.

Dikala ini, banyak anggota yakuza mengenakan ujung jari palsu supaya tidak nampak mencolok.

BACA JUGA : Tragedi KTT G20 , Presiden Xi Jinping Tegur PM Kanada, mengapa?

Sejarah Dini Yakuza Organisasi Kriminal

Yakuza Organisasi Kriminal
Yakuza Organisasi Kriminal

Yakuza berasal dari masa Keshogunan Tokugawa( 1603– 1868) yang terdiri dari 2 kelompok orang- orang buangan yang berbeda.

Kelompok awal merupakan tekiya, pengembara yang melaksanakan ekspedisi dari desa ke desa, menjual beberapa barang bermutu rendah di festival serta pasar.

Banyak tekiya tercantum dalam kelas sosial burakumin, sekelompok orang buangan ataupun“ non- manusia”, yang statusnya apalagi terletak di dasar 4 jenjang struktur sosial feodal Jepang.

Pada dini tahun 1700- an, tekiya mulai mengorganisasi diri jadi kelompok- kelompok yang kompak di dasar kepemimpinan para bos.

“ Oyabun” secara harfiah berarti“ orang tua angkat”, menunjukkan posisi bos selaku kepala keluarga tekiya.

Kelompok kedua yang menimbulkan yakuza merupakan bakuto, ataupun penjudi.

Bakuto kerap mengenakan tato warna- warni di segala badan mereka, yang menuju pada Kerutinan tato segala badan pada yakuza modern.

Dari bisnis inti selaku penjudi, bakuto secara natural bercabang jadi rentenir serta aktivitas ilegal yang lain.

Yakuza Organisasi Kriminal Modern

Semenjak akhir Perang Dunia II, geng yakuza kembali terkenal sehabis sela waktu sepanjang masa perang.

Pemerintah Jepang memperkirakan pada tahun 2007 ada lebih dari 102. 000 anggota yakuza yang bekerja di Jepang serta luar negara, yang berasal dari 2. 500 keluarga yang berbeda.

Walaupun diskriminasi terhadap burakumin secara formal berakhir pada tahun 1861, lebih dari 150 tahun setelah itu, banyak anggota geng merupakan generasi dari kelas yang terbuang itu.

Anggota lain yakuza berasal dari etnis Korea, yang pula mengalami diskriminasi lumayan besar dalam warga Jepang.

Sindikat yakuza terbanyak yang beroperasi dikala ini merupakan Yamaguchi- gumi yang berbasis di Kobe, yang mencakup dekat separuh dari seluruh yakuza aktif di Jepang.

Tidak hanya itu, sindikat lain merupakan Sumiyoshi- kai, yang berasal dari Osaka serta mempunyai dekat 20. 000 anggota; dan Inagawa- kai, dari Tokyo serta Yokohama, dengan 15. 000 anggota.

Geng Yakuza Organisasi Kriminal ini ikut serta dalam aktivitas kriminal semacam penyelundupan narkoba internasional, perdagangan manusia, serta penyelundupan senjata.

Tetapi, mereka pula memegang beberapa besar saham di industri besar yang legal, serta sebagian mempunyai ikatan dekat dengan dunia bisnis Jepang, zona perbankan, serta pasar real estate

Yakuza Organisasi Kriminal serta Warga Jepang

Yakuza Organisasi Kriminal
Yakuza Organisasi Kriminal

Menariknya, sehabis gempa bumi dahsyat di Kobe pada 17 Januari 1995, sindikat yakuza Yamaguchi- gumi- lah yang awal kali tiba menolong para korban di kota asal geng tersebut.

Demikian pula, sehabis gempa bumi serta tsunami 2011, bermacam kelompok yakuza mengirimkan truk- truk perbekalan ke wilayah yang terserang bencana.

Khasiat lain dari yakuza merupakan kedudukannya dalam memencet tindak kejahatan kecil.

Kobe serta Osaka, dengan sindikat yakuza yang kokoh, merupakan salah satu kota teraman di Jepang( negeri yang biasanya telah nyaman) sebab penjahat kecil tidak dapat beroperasi tanpa izin di daerah yakuza.

Terlepas dari khasiat sosial dari yakuza, pemerintah Jepang sudah menindak geng- geng tersebut dalam sebagian dekade terakhir.

Pada tahun 2008, Bursa Dampak Osaka menghapus seluruh industri terdaftar yang mempunyai ikatan dengan yakuza.

Semenjak tahun 2009, polisi di segala Jepang banyak menangkap bos yakuza serta menutup bisnis yang bekerja sama dengan geng tersebut.

Walaupun polisi sudah melaksanakan upaya sungguh- sungguh buat memencet kegiatan yakuza di Jepang, nyatanya sindikat tersebut tidak hendak lenyap sama sekali.

Bagaimanapun, yakuza sudah bertahan sepanjang lebih dari 300 tahun, serta terjalin erat dengan banyak aspek warga serta budaya Jepang. Dikutip oleh BERITAOKE

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments