Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaUncategorizedKisah Shoko Tendo Putri Bos Yakuza: Tatto, Diperkosa, Hingga Membuat Buku

Kisah Shoko Tendo Putri Bos Yakuza: Tatto, Diperkosa, Hingga Membuat Buku

Shoko Tendo Putri Bos Yakuza adalah penulis buku Yakuza Moon, Memoirs of a Gangster’s Daughter.

Putri kandung seorang pemimpin Yakuza pada zamannya. Memiliki kekayaan dan kekuasaan di beberapa daerah hingga mempunyai banyak aset bisnis.

Shoko Tendo menghabiskan masa remajanya dalam pergaulan dunia obat-obatan keras dan seks, juga menaunginya dengan jati diri ‘Gangster cilik’. Hidupnya telah penuh dengan kekerasan, kecanduan narkoba dan pemerkosaan.

Saat pembuatan buku tersebut (2004), Shoko baru berusia 32 tahun, ia mengubah hidup di sekeliling sebelum menulis biografinya.

Yakuza Moon “Memoar Seorang Putri Gangster Jepang”, yang telah terjual hampir 100.000 eksemplar saat itu.

Shoko Tendo Putri Bos Yakuza

Buku ini menawarkan pemandangan langka seorang wanita tentang gangster kriminal Jepang, kejamnya dunia yang dikuasai oleh para yakuza muda, banyak dari mereka yang tampaknya telah mengalahkan jati diri aslinya.

Ia mengingat suatu peristiwa dari masa kecilnya, ketika seorang gangster muda datang ke rumah mereka dan menyerahkan potongan jarinya kepada ayahnya (suatu penebus kesalahan dalam adat Yakuza).
“Ibuku menutup mataku, namun aku masih dapat melihat cucuran darah dari tangannya”
“Ayahku saat itu marah besar dan memukul kepala lelaki itu”
“Katanya, ‘kenapa kamu memotong jarimu? Kamu membutuhkannya untuk bekerja’,”

Dari semua kejadian yang Shoko alami telah meninggalkan bekas luka seperti patah tulang dan gigi, gendang telinga berlubang, hernia, dan hepatitis, mungkin dampak dari penggunaan narkoba juga. Operasi plastik telah membantu merekonstruksi wajahnya, namun kesehatannya sangat rawan walau dia sudah mulai pulih dari berbagai operasi yang ia jalani.

Shoko Tendo Putri Bos Yakuza

Shoko Tendo Putri Bos Yakuza Sepanjang masa kecilnya, Tendo mendengarkan cerita-cerita romantis tentang kehormatan yakuza dan perannya dalam masyarakat. Cerita-cerita itu merupakan pembelaan dari ayahnya, meskipun keterlibatannya dalam prostitusi, narkoba, penipuan real estate dan bahkan pembunuhan telah Shoko ketahui.

Shoko memiliki sebuah “keputusan yang mengubah hidup” untuk mendapatkan tatto agar memberikan kekuatan mental dan kepercayaan diri untuk bangkit dari keterpurukan kehidupan yang telah ia jalani selama ini. Tubuhnya sekarang menjadi kanvas, beriak bertinta naga, bunga, Phoenix dan pelacur. Shoko tidak pernah menyesali tattonya, walaupun harus tetap tertutup dalam penampilannya karena ia tinggal di Negara yang hidupnya bersebrangan dengan ‘yakuza’. Tapi dia tetap berjuang untuk menjelaskan mengapa ia akan memperdalam hubungan simboliknya dengan yakuza bahkan saat ia memutuskan hubungan cintanya.

Dan saat ini, Shoko adalah ibu tunggal dari putrinya yang dia besarkan sejak saat ia mulai menulis kelanjutan untuk Yakuza Moon. Suaminya adalah seorang fotografer dan jauh dari orang-orang sesama ‘yakuza’ yang hampir menghancurkan hidupnya.

Shoko Tendo, salah satu Wanita ‘terhebat’ di dunia, ia berani mempublikasikan aib kisah kehidupannya pada masyarakat melalui karya tulisannya yang pertama, Yakuza Moon “Memoar Seoaramg Putri Gangster Jepang”. dalam buku tersebut jelas menceritakan seluk-beluk dan kepahitan hidup yang ia jalani selama ini, buku yang isinya mengupas sisi lain kehidupan seorang putri gangster.

Shoko Tendo akan datang ke Jakarta

Shoko Tendo Putri Bos Yakuza

Tendo (45), akan ke Jakarta 28 Agustus 2013, sekaligus akan mempromosikan buku Yakuza nya yang terbaru.

“Buku baru saya akan terbit tahun ini belum tahu kapan. Buku non-fiksi tersebut bercerita mengenai kisah seorang anggota yakuza yang bekerja keras, berusaha mengabdi kepada oyabun (kepala kelompok yakuza).

tetapi akhirnya kena pecat dan pada akhirnya bunuh diri. Rinciannya nanti baca saja bukunya deh kalau sudah keluar,” paparnya sambil tersenyum.

Tendo yang terkenal dengan bukunya “Yakuza na Tsuki” telah terbit pertama kali oleh Bungeisa tahun 2004 lalu oleh Gentosha tahun 2006 lalu oleh Kodansha International dalam bahasa Inggris bernama Yakuza Moon, sudah terbit dalam 16 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Lalu bahasa Taiwan, Hungaria, Jerman, Brazil, Cekoslovakia, Slovenia, Bulgaria, Belanda, Itali, Polandia, Thai, Turki, Vietnam. Lithuania, dan bahasa Romania.

Shoko Tendo pernah menjadi korban perkosaan

Shoko Tendo Putri Bos Yakuza

Bukunya berkisah mengenai pengalaman hidupnya sebagai anak bos yakuza Jepang, pernah kecanduan, diperkosa, dan segala macam kekerasan dalam lingkungan yakuza yang dialaminya sendiri, sampai kepada tato yang dia inginkan sendiri.

“Banyak sekali tanggapan yang datang dari pembaca kepada saya beraneka ragam. Ada juga yang aneh, minta kimpoii, akan menjaga saya dengan baik dan sebagainya. Tentu yang aneh-aneh seperti itu tidak akan saya layani,” tambahnya.

Putrinya satu orang bernama K (Red.: sengaja tidak ditulis nama lengkapnya), kini berusia delapan tahun.

“Syukurlah tak ada masalah dengan pendidikan anak saya.Bahkan orangtua teman-temannya malahan ingin baca buku saya.

Jika ingin tahu lebih banyak mengenai Shoko Tendo Putri Bos Yakuza karena saya ber tato seluruh badan, mendukung saya dan keluarga,” jelasnya lagi.

Mudah-mudahan saja, putri anak bos yakuza (almarhum) ini dapat hadir ke tengah kota Jakarta akhir Agustus mendatang. Banyak sekali hal menarik dari Tendo.

Di makam ayah dan ibunya

Foto Ayah dan Ibunya

Dikutip Oleh BERITAOKE.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments