Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaBERITA DUNIATradisi Unik Suku Kreung Kamboja, Bebaskan Wanita Beranjak Berusia buat Membawa Laki-...

Tradisi Unik Suku Kreung Kamboja, Bebaskan Wanita Beranjak Berusia buat Membawa Laki- laki Masuk Kamar

Jauh di daerah Ratnakiri Kamboja terdapat suatu suku bernama Kreung, orang- orang Kreung.

Gadis- gadis Kreung di Kamboja mengambil bagian semacam halnya anak pria.
mereka hidup simpel dengan tradisi bertahan hidup yang simpel santapan, tempat tinggal, serta cinta.

baca juga : Inilah 4 Negara Dengan Biaya Hidup Paling Murah 2022, Apakah Indonesia Salah Satunya?

Kala berdialog tentang pemberdayaan intim wanita, suku Kreung mereka sudah menjalani suatu tradisi yang sebagian besar orang tidak hendak sepakat.

Kala anak wanita menggapai pubertas dekat umur 13 hingga 15 tahun, bapak mereka hendak membangun gubuk bambu yang terpisah, jauh dari rumah keluarga.

Sehingga mereka bisa bersosialisasi serta bereksperimen dengan anak pria secara individu.

Budaya Suku Kreung Kamboja

Suku Kreung Kamboja

Orang Kreung menanamkan budaya kalau seks sebelum menikah itu bagus, gadis- gadis muda berupaya menciptakan laki- laki yang pas.

Mereka mengundang anak pria yang mereka mau ke gubuk cinta mereka buat cuma semata- mata mengobrol.

baca juga : Sejarah Dan Cerita Menarik Yakuza Organisasi Kriminal Jepang

Alasannya, anak pria di situ tidak kasar. Mereka sudah diajari kalau sikap hormat mereka ke anak wanita serta membiarkan anak wanita yang mengambil aksi.

Pengakuan Suku Kreung Kamboja

Suku Kreung Kamboja

Fiona Mac Gregor mendatangi suku tersebut serta berdialog dengan gadis- gadis muda tentang kehidupan seks mereka serta tradisi pondok cinta.

Seluruh wanita muda menegaskan kekuatan intim serta kemandirian mereka, dan persetujuan serta keyakinan orang tua mereka dalam pengambilan keputusan mereka.
Mereka mengklaim kalau gubuk cinta berikan mereka peluang buat mencari ketahui laki- laki mana yang mau mereka nikahi.

baca juga : Tragedi KTT G20 , Presiden Xi Jinping Tegur PM Kanada, mengapa?

Dalam budaya ini, perceraian tidak sempat terdengar, kata pelacur apalagi bukan apa- apa.
gadis-gadis mempunyai banyak pacar sekalian di gubuk mereka serta tidak terdapat perkelahian bila sang perempuan kesimpulannya memilah satu anak pria.

Pasti, kehamilan yang mau tidak mau, umumnya pelamar yang wanitu itu seleksi.

Tradisi Percintaan

Suku Kreung Kamboja

Tradisi Suku Kreung Kamboja ini anehnya maju serta mempercayai perempuan anak muda buat membuat keputusan sendiri tentang kesehatan intim serta kehidupan romantis mereka.

kala itu Amerika sedang menyelenggarakan bola kesucian( tarian yang dapat sponsor negara di mana anak wanita menjanjikan keperawanan mereka kepada bapak mereka hingga menikah) sedangkan Kreung mengajar anak muda mereka kalau seks merupakan bagian yang natural serta indah dari cinta serta romansa.

Tetapi tradisi yang memberdayakan tetapi simpel ini terancam oleh sebagian aspek.

paling utama berhubungan dengan dunia luar lewat teknologi, pondok- pondok cinta tradisional mulai menghilang sebab minoritas jadi terekspos pada modernisasi.

Bagi suatu postingan oleh Phnom Penh Post pada Maret 2014, metode keluarga Kreung membangun rumah mereka pula berganti warga jadi lebih kaya, secara tradisional, rumah itu mereka buat dari bambu, kecil serta tidak tahan lama.

baca juga : Mendengarkan Isi Hati Cristiano Ronaldo Saat Wawancara

Tetapi, saat ini sebagian desa membangun rumah mereka dari kayu ataupun batu bata yang tahan lebih lama, sehingga mereka lebih suka menempatkan seluruh kamar tidur di dalam satu rumah buat anak anak muda mereka.

Warnanya, orang tua Suku Kreung Kamboja kecewa sebab mereka tidak bisa berjumpa dengan anak pria yang menggandeng gadis mereka buat membenarkan ia merupakan seseorang petani yang giat serta bukan anak bandel yang menghamili gadis- gadis muda.

kala petunjuk dari budaya arus utama masuk, rasanya agensi yang dahulu memberi kepada gadis- gadis muda mulai tersingkir dari tiap generasi, orang tua menyetujui kalau mereka menanamkan harga diri, tanggung jawab, serta berartinya cinta pada anak wanita serta pria.

Sehingga mereka bisa dengan leluasa mengeksplorasi dorongan anak muda mereka tanpa bayangan rasa bersalah yang membayangi.
kala citra modern membujuk suku tersebut, ketakutan modern mengikutinya.Dikutip Oleh BERITAOKE

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments